VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Mengapung di Pantai Komoro PDF Print
Sunday, 05 July 2009
SANAA (SI) – Tim pencari asal Amerika Serikat kemarin menemukan lokasi serpihan pesawat Airbus A310 milik maskapai Yemen Airways (Yemenia) yang mengalami kecelakaan di Samudra Hindia 30 Juni lalu.

Pesawat nahas tersebut membawa 152 penumpang dan kru,termasuk pramugari Rika Dwiyana Margaretha, 21, asal Magetan, Jawa Timur. Hingga kini baru satu penumpang yang ditemukan selamat. Serpihan besar tersebut, menurut pejabat penerbangan sipil setempat, terlihat oleh helikopter penyelamat AS mengapung di permukaan Samudra Hindia.

“Serpihan besar itu terlihat di Pantai Komoro,” ujar pernyataan yang dilansir kantor berita Saba kemarin. Saat ini tim penyelamat AS mencoba mengangkat serpihan itu. Kemarin pihak Yemenia mengumumkan pembatalan seluruh penerbangan tujuan Komoro. “Menyusul kecelakaan serius yang terjadi, Yemenia memutuskan membatalkan untuk sementara waktu penerbangan menuju Moroni.

Pengumuman ini efektif mulai 3 Juli hingga situasi kembali kondusif,” demikian keterangan pihak maskapai. Pihak pengacara Yemenia di Prancis, Laurent-Franck Lienard mengungkap, pembatalan seluruh penerbangan menuju Moroni, ibu kota Komoro, semata-mata demi menjamin keselamatan penumpang dan seluruh elemen penerbangan lainnya.

Bagi penumpang yang sudah membeli tiket, Yemenia mengumumkan akan mengembalikan uang secara penuh. Sementara penerbangan menuju Moroni dibatalkan, pihak maskapai tetap melanjutkan penerbangan ke beberapa tujuan lainnya sebagaimana mestinya. Di antaranya ke Paris-Sanaa, Paris-Kuala Lumpur, dan Paris- Jakarta.

Sejak kecelakaan maut yang sejauh ini hanya menyisakan satu korban selamat, seorang gadis 13 tahun terjadi, komunitas masyarakat Komoro di Prancis mulai menyangsikan kondisi Airbus yang digunakan Yemenia dalam penerbangan ke Moroni.

Selain itu,komunitas masyarakat Komoro di Prancis memblokir kantor pemesanan tiket Yemenia di Paris dan Marseille tujuan Moroni, menganjurkan penerbangan pada Kamis untuk menghentikan penerbangan dari Marseille, yang merupakan wilayah terbesar komunitas ekspatriat Komoro.

Dalam perkembangan terpisah, Perdana Menteri (PM) Prancis Francois Fillon kemarin menugaskan mantan duta besar Prancis untuk Sudan, Christine Robichon, guna membantu para keluarga korban meninggal kecelakaan pesawat.

Dalam pernyataannya, Robichon mengatakan akan menjalankan tugasnya sebagai seseorang yang berada di antara keluarga dan sejumlah pihak terkait lainnya, dan berusaha mengawasi kerja sama antara pemerintah Komoro, Yaman,danYemenia Air. (AFP/Rtr/sugeng wahyudi)