|
||||||||||||||||||
| Bugis |
|
|
| Saturday, 04 July 2009 | |
|
SEJARAH sering secara sengaja atau tidak sengaja keliru mencatat fakta
hingga mewariskan datadata historis yang tidak sesuai kenyataan alias
keliru! Salah satu fenomena kelirumologi-sejarah terparah adalah
Christoper Columbus.
Dalam buku-buku pelajaran sejarah dunia yang benar oleh masyarakat awam, termasuk di Indonesia, Christopher Columbus tercatat sebagai pemimpin armada laut Kerajaan Spanyol yang pertama nekat berlayar ke arah barat Benua Eropa, menyeberangi SamudraAtlantik, kemudian berhasil mendarat di Benua Amerika. Maka nama Columbus diabadikan dalam sejarah sebagai penemu Benua Amerika, padahal kenyataan sebenarnya pelayar obsesif ini sama sekali belum pernah menginjak daratan Benua Amerika. Sebenarnya, pada 12 Oktober 1492 itu Columbus mendarat di Pulau Guanahani, yang kemudian disebut sebagai San Salvador, lalu ke Kuba dan Haiti. Dalam tiga perjalanan berikutnya, Columbus juga hanya menelusuri Kepulauan Bahama,Puerto Rico, Jamaica, Trinidad, dan bagian timur kawasan Amerika Selatan sampai ke sisi Karibia dan tanah genting Panama. Armada Spanyol itu sama sekali belum sempat mendarat di daratan yang kini disebut sebagai Amerika. Juga keliru jika menganggap Columbus penemu Benua Amerika karena jauh sebelum Columbus beserta armadanya, sudah berulang kali para pelaut Viking dari kawasan Skandinavia mendarat dan berkeliaran di bagian barat Benua Amerika. Dari arah timur jauh sebelum Columbus, beberapa insan China diyakini telah berkelana di daratan Benua Amerika. Tak mengherankan bila penduduk asli Alaska mirip orang China. Anggapan Columbus adalah pelaut Spanyol juga keliru karena sebenarnya berasal dari Kota Genoa yang terletak di negara Italia. Juga tidak benar bila kisah tentang rencana Christopher Columbus berlayar ke arah Barat itu ditertawakan khalayak ramai akibat pada masa itu semua orang masih yakin bahwa bentuk dunia ini datar. Sebenarnya pada akhir abad XV sudah jarang yang beranggapan keliru seperti itu.Semua orang sudah tahu bahwa bentuk dunia ini bulat. Justru Columbus yang keliru menduga tentang ukuran luas globus dunia ini.Menurut Columbus, ukuran bola dunia ini kecil saja, sehingga kalau berlayar ke arah barat dia akan mudah mencapai Cathay (China) atau India. Columbus tidak menyadari bahwa di bagian barat Eropa masih ada benua bukan Asia. Itulah sebabnya, ketika mendarat di Pulau Guanahani, Columbus langsung memproklamirkan diri telah mendarat di kawasan Asia.Ketika menjelajahi gugusan pulau yang kini masuk dalam wilayah Kuba itu, dia berkhayal telah berada di kawasan India. Maka Columbus menyebut penduduk asli setempat sebagai Indian (kekeliruan sebutan yang sampai sekarang masih dipertahankan). Sampai saat akhir hayatnya pada tahun 1506,Columbus masih tetap bersikeras menganggap dirinya telah berhasil menemukan kawasan Asia lewat jalur barat! Sekarang,, kita semua tahu bahwa Columbus total keliru! Namun, seandainya Columbus tidak keliru, profil peradaban planet bumi tentu berbeda dengan yang ada sekarang. Entah lebih baik atau lebih buruk, yang pasti: lain! Itulah sebabnya, kekeliruan Christopher Columbus masih dikenang dengan penuh rasa terima kasih dan hormat oleh masyarakat Amerika Serikat, kecuali oleh masyarakat yang keliru disebut Indian yang nyaris punah akibat angkara murka kolonialisme para pendatang dari Eropa.Maka para penduduk asli Amerika itu malah berhak mencaci maki Columbus sebagai biang keladi malapetaka kepunahan suku bangsa mereka! Senafas dengan kekeliruan sejarah tentang Columbus sebagai penemu pertama Benua Amerika, sebenarnya James Cook juga bukan penemu Benua Australia. Berdasar lukisan-lukisan purba di guagua lembah Kangaroo di kawasan North Territory di sisi timur Kota Darwin, dapat dibuktikan bahwa jauh sebelum James Cook dan armadanya, para pelaut Bugis sudah berlayar,mendarat,dan menjelajahi kawasan utara Benua Australia . Bahkan layak diyakini bahwa sejak dulu kala para pelaut dari Sulawesi Selatan sudah menjalin hubungan perdagangan dengan kaum Aborigin. Tetapi karena sejarah Australia ditulis bukan oleh orang Bugis maupun Aborigin, tetapi oleh orang-orang Kaukasia dari apa yang disebut sebagai Barat itu,maka nama James Cooklah yang ditulis dengan tinta emas dalam lembaran sejarah! Keliru tetapi dipaksakan menjadi benar oleh kesepakatan mereka yang berkuasa menentukan mana yang keliru, mana yang benar ! (*) JAYA SUPRANA |