|
||||||||||||||||||
| Deplu Pastikan Kondisi Rika |
|
|
| Saturday, 04 July 2009 | |
|
JAKARTA(SI) – Pemerintah Indonesia mengirim pejabat ke Kepulauan Komoro
untuk memastikan kondisi Rika Dwiyana Margaretha,21,WNI korban jatuhnya
pesawat Yemen Airways (Yemenia).
Hingga hari keempat jatuhnya pesawat Yemenia di perairan Kepulauan Komoro,Samudra Hindia, nasib Rika yang terdaftar dalam manifes penerbangan pesawat itu belum bisa dipastikan. Untuk memantau perkembangan pencarian lebih dekat, pemerintah sudah mengirim salah seorang pejabatnya di KBRI Tanzania. “Nasib yang bersangkutan (Rika) belum dipastikan. Saat ini masih dalam tahap pencarian, belum diidentifikasi. Mereka akan mengeluarkan penjelasan kalau memang saudari Rika menjadi korban.Sebelum ada pengumuman resmi, kita belum bisa memastikan nasib korban,” tutur Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada pers di Jakarta kemarin. Teuku mengatakan, KBRI di Tanzania memberi laporan bahwa pencarian korban masih terus berlangsung. “Kondisi di lapangan tidak mudah.Komunikasi sangat sulit, jaringan telepon juga sulit. Sampai saat ini belum ada informasi yang menggembirakan,”tambahnya. Yemenia jatuh di Samudra Hindia, Selasa (30/6) dini hari waktu setempat. Pesawat Airbus A310 ini terbang dari Paris menuju Marseille dan Sanaa, sebelum berganti pesawat yang lebih tua menuju Djibouti dan Moroni di Kepuluan Komoro, selatan Yaman. Pesawat tersebut mengangkut 153 penumpang dan kru pesawat. Dari jumlah itu baru ditemukan satu penumpang selamat, Bahia Bakari. Gadis berusia 14 tahun ini sudah diterbangkan ke Paris, Prancis, Kamis (2/7). Pencarian korban terus dilakukan dengan melibatkan angkatan bersenjata Yaman, Prancis, dan Amerika Serikat. Teuku memastikan pemerintah akan membantu keluarga Rika bila dia menjadi korban tewas dan perlu proses identifikasi.“Keluarga terdekat, misalnya orang tua, akan diterbangkan ke sana untuk proses uji DNA apabila hal terburuk terjadi. Belum diputuskan apa mereka akan diterbangkan ke Komoro atau Yaman,” paparTeuku. Pihak Yemenia pun sudah menyanggupi untuk memfasilitasi keluarga Rika terbang ke Yaman. Yemenia juga akan membantu proses pemulangan jenazah Rika ke daerah asalnya, Dusun Duyung, Desa Duyung, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan,Jawa Timur,bila menjadi korban tewas. “Kalau sampai terjadi kemungkinan terburuk, maskapai penerbangan akan memfasilitasi pemulangan jenazah sampai ke Magetan. Mereka juga sudah menjamin ganti rugi sekitar 20.000 euro kepada setiap korban,”kata Teuku meyakinkan. Regu penyelamat dikabarkan sudah mengetahui lokasi bangkai pesawat tersebut.Diperkirakan pesawat tenggelam di kedalaman lebih dari 300 meter.Wakil Presiden Komoro Idi Nadhoim mengkritik Prancis yang dinilainya tidak memberi peringatan apa pun tentang kondisi pesawat berusia 19 tahun yang diragukan keamanannya itu. Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner menyerang balik masyarakat Komoro. Dia mengatakan warga Komoro tahu kondisi pesawat Yemenia karena sudah dilarang terbang Pemerintah Prancis. Proses pencarian kotak hitam akan dilakukan mulai Rabu (8/7) depan. (maesaroh) |