|
JAKARTA(SI) – Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Hadi Utomo meminta
agar pernyataan Andi Mallarangeng tidak dipolitisasi dan digiring
menjadi isu suku, adat, ras, dan agama (SARA) menjelang pilpres, Rabu
(8/7) mendatang.
Menurut dia, pernyataan Andi yang mengatakan bahwa orang Bugis belum saatnya menjadi presiden tidak dimaksudkan menyinggung etnis Bugis.“ Sebagai manusia memang tak bisa lepas dari kekurangan.Karena itu,mohon masalah ini tak dibesarbesarkan,” kata Hadi Utomo saat peluncuran buku Bukan Sekadar Presiden dan Takdir Demokrasi karya Anas Urbaningrum kemarin.
Menurut dia, Demokrat tak membedakan suku, adat, ras, dan agama sebab semboyan Partai Demokrat adalah nasionalis religius. Ditanya mengenai sanksi, Hadi Utomo enggan menanggapi. Pihaknya hanya mengingatkan bahwa suhu politik belakangan ini semakin tinggi.“Tak perlulah terlalu dipolitisasi dan dibesar-besarkan. Kita ciptakan pilpres yang damai dan aman,”ungkapnya.
Di tempat terpisah,Andi Mallarangeng yang juga anggota tim sukses pasangan SBY-Boediono mengatakan bahwa pernyataannya saat kampanye cawapres Boediono di GOR Mattoanging,Makasar, Rabu (1/7) sudah pas dan tepat. Karena itu, Andi tetap bersikeras bahwa SBY-Boediono adalah pasangan terbaik untuk memimpin Indonesia 2009-2014. “Tidak mungkin saya melecehkan orang saya sendiri,tidak mungkin mendiskriminasi orang sekampung sendiri.Tidak ada keinginan saya membatasi hak-hak orangorang Sulsel. Kalau saya membatasi, berarti saya membatasi diri sendiri,” ujar Andi di kediaman pribadi SBY,Puri Cikeas,Bogor.
Sementara itu,kubu Mega-Prabowo menuding pernyataan Andi Mallarangeng bisa memicu perpecahan di antara suku-suku di Indonesia. “Inilah bukti bahwa seseorang yang tidak ingin ada persatuan di negeri ini, dengan mengangkat permasalahan primordial,” tegas Direktur Mega-Prabowo Media Center Amran Nasution di Jakarta kemarin. (rarasati syarief/ ahmad baidowi/fahmi faisa)
|