VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Kunci Hadapi Flu Babi PDF Print
Friday, 03 July 2009
Image

WASPADA FLU BABI: Tim medis Rumah Sakit Sanglah, Bali sedang menyambut kedatangan dua turis dari Australia yang terserang flu yang gejalanya mirip flu babi. Setelah seorang pilot Indonesia terpapar virus H1N1, pemerintah Indonesia lebih waspada menghadapi flu babi.


VIRUS flu babi (H1N1) kini benar-benar masuk ke Indonesia.Beberapa kasus telah ditemukan. Salah satu kunci mencegahnya adalah menjaga kekebalan tubuh. Belum lama ini, warga negara Indonesia berinisial WA,37 tahun,pilot sebuah maskapai penerbangan menjadi korbannya.

Kasus kedua menimpa warga negara Inggris berinisial BM, 22 tahun, yang sedang berkunjung ke Bali. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat waswas. Info terbaru, di sejumlah bandara internasional seperti Bandara Soekarno-Hatta, setiap penumpang yang datang dari luar negeri yang sudah tertular,harus melewati pemeriksaan kondisi tubuh. Bahkan, mereka diharuskan mengenakan masker minimal selama tiga hari. Menteri Kesehatan dr Siti Fadilah Supari SpJP (K) menyatakan, serangan virus H1N1 memang tidak sedahsyat virus flu burung (H5N1).Kendati demikian, bukan berarti ancaman virus ini boleh diremehkan.

Meskipun serangannya tidak sedahsyat virus H5N1, mutasi virus H1N1 justru bisa lebih cepat. Lantas,apa yang bisa kita lakukan agar terhindar dari serangan virus flu babi ini? Anggota Ikatan Ahli Farmakologi Indonesia (Ikafi) dr Dripa Sjabana MKes menjelaskan, salah satu kunci atau kiat agar terhindar dari serangan virus flu babi adalah menjaga kekebalan (imun) tubuh.Karena jika imun dalam tubuh baik,virus maupun bakteri tidak bisa melawannya.”Sebagian besar virus yang menginfeksi tubuh bisa disembuhkan oleh antibodi karena dalam tubuh ada protein immunoglobulin untuk pertahanan tubuh,”sebutnya.

Tentunya kiat ini tidak hanya berlaku pada kasus flu babi, juga virus lainnya, seperti flu burung maupun bakteri.dr Dripa mengatakan, ada tiga faktor penentu dalam kondisi tubuh manusia terkait dengan serangan virus ataupun bakteri. Ketiganya dikenal sebagai host,agent,dan environment.Pertama adalah host.Di sini diartikan sebagai kondisi tubuh seseorang itu sendiri. Semakin baik daya tahan tubuh seseorang, semakin sulit virus atau bakteri menyerang tubuh.

Kedua adalah agent, atau ”pihak lain” yang akan menyerang tubuh kita,bisa berupa virus atau bakteri. Semakin berbahaya virus atau bakteri tersebut,semakin mudah imun tubuh kita terserang. Ketiga adalah environment atau lingkungan kita berada. Jika kondisi lingkungan tidak mendukung, ditambah kondisi daya tahan tubuh lemah, dan agent yang menyerang kuat, maka kita akan mudah terkena penyakit.

”Makanya, environment harus mendukung,virus yang menyerang diminimalkan, dan kekebalan tubuh harus dijaga,” tutur dokter yang juga menjabat sebagai Research Director of Smart Laboratories NZ Ltd, Selandia Baru ini. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghasilkan immunoglobulin yaitu dengan me- ngonsumsi makanan dan minuman yang gizi dan nutrisinya mencukupi.

Gizi dan nutrisi yang cukup dalam tubuh yang dihasilkan dari makanan dan minuman akan berperan sebagai immunostimulator. Dia mencontohkan, minuman yang sangat baik sebagai immunostimulator adalah susu. Jenis susu pun bervariasi, dengan tingkat manfaat yang bervariasi pula. Salah satu jenis susu yang cukup baik untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh adalah susu kolostrum. Susu kolostrum adalah jenis susu yang dihasilkan oleh mamalia pada saat-saat awal usai melahirkan.

”Ibu-ibu yang baru melahirkan, dua atau tiga hari pertama akan menghasilkan ASI (air susu ibu) kolostrum yang sangat baik untuk kekebalan tubuh bayi,” katanya. Nah, bagaimana dengan orang dewasa yang tidak mungkin lagi mendapatkan ASI kolostrum, sementara kebutuhan untuk menjaga kekebalan tubuh harus tetap dijaga, susu jenis yang dihasilkan oleh sapi merupakan solusinya. ”Susu biasa juga bisa sebagai immunostimulator, tapi kualitasnya tentu tidak sebaik susu kolostrum,” kata Vice Managing Director PT Smart Naco Indonesia (SNI) ini.

Selain itu, ada faktor lain yang harus diperhatikan dalam menjaga kekebalan tubuh, yang disebut PNI (Psycho Neuro Immunology). Artinya, kondisi psikologis seseorang akan memengaruhi saraf,kemudian berpengaruh terhadap imun tubuh. Dia mencontohkan, jika seseorang marah atau sedih secara berlebihan, maka orang tersebut bisa stres karena selalu memikirkannya. Selanjutnya, kondisi ini bisa menyebabkan imun tubuh melemah hingga menyebabkan sakit.

”Contohnya seorang ODHA (orang dengan HIV/AIDS).ODHA diserang dari dua sisi. Pertama imun tubuhnya diserang virus, ditambah lagi beban psikis akibat stigma negatif yang disandangnya. Stigma negatif dari masyarakat ini yang membuat kondisi kesehatan ODHA biasanya lebih buruk,”kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini.

Menurut dia, pola hidup atau gaya hidup seseorang juga akan memengaruhi PNI. Semakin baik gaya hidup seseorang, kondisi psikisnya akan semakin baik sehingga potensi terserang penyakit bisa diminimalisasi. (abdul rochim)