|
||||||||||||||||||
| Satu Keluarga Suspect Flu Babi |
|
|
| Thursday, 02 July 2009 | |
![]() DIPERIKSA INTENSIF Petugas kesehatan memeriksa satu dari lima korban suspect flu babi di RSUP H Adam Malik Medan kemarin. Kelima korban ini diduga terjangkit virus flu babi saat menumpang pesawat menuju Medan, seusai berlibur dari Thailand dan Malaysia akhir pekan lalu. MEDAN (SI) – Lima warga Medan, empat di antaranya satu keluarga, yang baru pulang dari berlibur ke Thailand dan Malaysia diduga terjangkit virus Influenza A atau suspect Flu H1N1. Kemarin siang, kelimanya menjalani perawatan dan pengawasan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan. Mereka, EC, 36,VC, 20, CK, 14,WKC,9 dan CV, 17, seluruhnya warga Jalan Japaris atau Rahmadsyah, Kecamatan Medan Area, dibawa ke rumah sakit tersebut setelah menunjukkan gejala yang mirip dengan swine influenza. Sebelumnya, mereka berangkat dari Bandara Polonia Medan menuju Thailand, Rabu (24/6). Setelah empat hari berada di negara Gajah Putih itu, liburan dilanjutkan ke Kuala Lumpur, Malaysia selama tiga hari. Diduga, mereka satu pesawat dengan orang yang juga suspect flu babi. Ini terbukti dengan hasil pemeriksaan Kementerian Kesehatan Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur Malaysia yang memberikan surat keterangan kepada kelimanya agar segera dilakukan pemeriksaan lanjutan di Medan. Tetapi,setibanya di Medan,Selasa (30/6) pagi, mereka langsung pulang ke rumah. Barulah pada sore harinya kondisi WKC melemah dan suhu tubuhnya mencapai 38 derajat celcius. Kondiri ini tidak berubah hingga keesokan harinya. WKC beserta keempatnya pun mendatangi RSUP H Adam Malik Medan,sebagai rumah sakit rujukan flu babi di Sumut yang ditunjuk Departemen Kesehatan. Hasil pemeriksaan tim penanganan kasus luar biasa menunjukkan adanya gejala mirip seperti penderita swine influenza. “Sekarang kelimanya menjalani perawatan intensif di ruang khusus flu babi yang sudah kami persiapkan. Mereka masih suspect,” ucap Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP H Adam Malik Medan Atma Wijaya kepada wartawan kemarin. Dia menambahkan, gejala yang mirip dengan flu babi ini diduga diidap empat yang merupakan keluarga kandung dan satu lagi,yakni CV yang merupakan keponakan atau sepupu dari mereka itu saat di luar negeri. Namun, untuk memastikannya perlu dilakukannya serangkaian pemeriksaan yang lebih intensif. Dikatakan Atma, langkahlangkah yang akan dilakukan tim meliputi pemeriksaan darah, urine, cairan hidung, photo thorax dan analisa darah, juga swab (pemeriksaan terhadap lendir tenggorkan). “Secepatnya akan kita lakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan hasilnya,” ungkap dokter gigi itu. Pihaknya sudah meminta tambahan obat tamiflu kepada Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 3.000 tablet. “Nantinya jika sudah tepat waktunya, baru akan kami berikan obat tersebut kepada mereka. Kami juga akan mengirimkan sampel darah ke Jakarta untuk diteliti lebih lanjut dan hasilnya dapat diketahui tiga atau empat hari ke depan,” terangnya. Hingga kini, kelimanya masih menjalani pemeriksaan intensif di ruang khusus isolasi flu babi di RSUP H Adam Malik Medan, dengan menggunakan empat ruangan. “EC dan WKC dirawat di satu ruangan karena WKC ini masih kecil, jadi ruangannya disatukan dengan ibunya,” pungkas Atma. EC sendiri memilih diam saat diwawancarai. Malah perempuan berambut pendek dan mengenakan baju biru tersebut berupaya menghindar dari wartawan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi menyatakan, kasus ini sangat serius. Karena pasien adalah warga Medan, maka menjadi tanggung jawab pihaknya. “Saat ini semua dalam pemeriksaan dan dalam proses pengambilan sampel darah. Besok (hari ini) kami akan kirimkan ke Departemen Kesehatan dan lusa mungkin baru bisa kita ketahui hasilnya,” ujarnya. Dia juga berkata,”Kami telah siapkan petugas yang siap untuk memeriksa semua orang yang kemungkinan pernah bersinggungan dengan para pasien ini. Kalau ada yang demam bisa langsung di-handle,” tambahnya. Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Chandra Syafei menganjurkan orang-orang yang pernah kontak dengan pasien ini supaya melapor segera ke pihaknya. Dia mengimbau masyarakat tidak perlu cemas,walaupun nantinya hasil laboratorium kelima pasien positif.“Penyakit ini diketahui mempunyai angka mematikan yang kecil.Yang penting masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan sebelum makan, pakai masker bila sedang flu,batuk atau bersin, sopan dengan menutup mulut dan muka berpaling,” bebernya. Di tempat terpisah, pihak Balai Kesehatan Bandara Polonia Medan mengatakan kelima warga yang terkena suspect Flu H1N1 telah memiliki alert card (kartu kewaspadaan) dari Kuala Lumpur. Kelima warga ini tiba di Medan pada Selasa (30/6) pukul 21.15 WIB dari Kuala Lumpur dengan pesawat AirAsia AK 938. Kepala Kantor Balai Kesehatan Pelabuhan Kelas I A Polonia Medan Syahril Aritonang mengatakan, saat tiba di Medan ciriciri terinfeksi Flu H1N1 tidak ditemukan dari kelimanya. Padahal, kelimanya telah melewati thermo scanner dan body cleaner, tapi tidak terdeteksi adanya suhu tubuh tinggi. “Keluarga ini sudah menunjukkan alert card. Peringatan juga sudah kami berikan apabila dalam lima hingga tujuh hari terjadi demam sebaiknya laporkan ke rumah sakit dengan membawa alert card itu,” katanya kemarin. Bocah Aceh Suspect Flu Burung Seorang bocah asal Aceh Tamiang berinisial RA,12, diduga terjangkit virus H5N1 dan sekarang menjalani perawatan di RSUP H Adam Malik Medan. Kondisi RA yang menunjukkan gejala mirip penderita flu burung ini, setelah ayam peliharaan warga Desa Alur Nuna, Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang ini, mati mendadak Minggu (28/6). Setelah itu, suhu badan RA mendadak meningkat dan melampaui batas normal, yang mencapai 38 deracat celcius. RA pun diperiksa di rumah sakit setempat. Dia pun dirujuk ke ke Medan, pada Selasa (30/6) malam. Tim Penanganan Kasus Luar Biasa pun sudah memeriksa darah, uri- ne, photo thorax dan analisa darah RA. “RA masih diinfus dengan cairan dextro dan dicampur dengan cairan NACR. Obat-obatan juga sudah kita berikan, yaitu Tamiflu dan Paracetamol untuk menurunkan panasnya,” kata Atma Wijaya. (haris dasril/jelia amelida/nina rialita) |